gapura akmil

gapura akmil
Pintu 1 Akmil

ALUMNI TIDAR SEMBILAN ENAM (ANTASENA)

SEIRING puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa ATAS BERKAH DAN RIDHO-NYA, dalam rangka pengesahan BLOG ALUMNI AKADEMI MILITER 96 atau yang dikenal dengan ANTASENA(ALUMNI TIDAR SEMBILAN ENAM), yang mana hal tersebut akan menjadi salah satu media tali silaturahmi di dunia cyber bagi seluruh komunitas, khususnya bagi lulusan AKMIL 96 ataupun WERVING AKMIL 93 yang tergabung dalam ANTASENA.

Website “ALUMNI TIDAR SEMBILAN ENAM (ANTASENA)“ ini merupakan kilas balik pengabdian ANTASENA dari waktu ke waktu yang diharapkan dapat memberikan makna bagi generasi penerus untuk lebih mengerti pengabdian dan perjuangan para ANTASENA sebagai prajurit pejuang, prajurit rakyat dan prajurit nasional.

Dengan mengetahui dan mempelajari sejarah ANTASENA diharapkan akan menimbulkan rasa tanggung jawab dan semangat juang yang tinggi untuk tetap memelihara dan menjunjung tinggi nama baik lembaga pendidik pembentukan prajurit dimanapun berada dan bertugas.

Akhir kata saya berharap semoga karya ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sekalian dalam mengabdi kepada bangsa dan negara yang kita cintai. amin

Jakarta, 11 Nopember 2008

Kamis, 12 Februari 2009

INFO TERGRESS PERSYARATAN CASIS SESKOAD 2010


PERSYARATAN CASIS SESKOAD TA 2010



SESUAI DENGAN SURAT KASAD NOMOR B/255/II/2009 TANGGAL 12 PEBRUARI 2009 TENTANG PERSYARATAN CASIS SESOAD TA 2010

DIINFORMASIKAN PERSYARATAN UNTUK MENGIKUTI SELEKSI CASIS SESKOAD TA 2010 ADALAH SEBAGAI BERIKUT:


1. PERSYARATAN CALON.


a. PERSYARATAN UMUM.


1) KONDUITE DAN PRESTASI KERJA BAIK.

2) TIDAK TERLIBAT MASALAH LITPERS.

3) LULUS RIKKES YANG DINYATAKAN PPBPAD.

4) NILAI KESEGARAN JASMANI MINIMAL 61.

5) BAGI KOWAD (SESUAI JUKLAK KASAD NOMOR JUKLAK/2/XII/2006 TANGGAL 18 DESEMBER 2006) :


a) TIDAK DALAM KEADAAN HAIL SELAMA PELAKSANAAN SELEKSI DAN TIDAK BOLEH HAMIL SELAMA DALAM PENDIDIKAN.

b) TIDAK MEMPUNYAI ANAK BERUIA DIBAWAH 18 BULAN ATAU 1,5 TAHUN.

c) BAGI YANG SUDAH BERKELUARGA DILENGKAPI DENGAN SURAT IZIN DARI SUAMI.


b. PERSYARATAN KHUSUS.


1) PANGKAT MAYOR S.D LETKOL.

2) MENDUDUKI JABATAN GOL V ATAU VI (TELAH DEFINITIVE)

3) MASA DINAS PERWIRA MINIMAL 13 TAHUN PADA SAAT PEMBUKAAN PENDIDIKAN (TDK TERMASUK MDP FIKTIF).

4) USIA MAKSIMAL 45 TAHUN PADA SAAT PEMBUKAAN PENDIDIKAN .

5) LULUS SELAPA/SETINGKAT (MINIMAL TELAH 2 TAHUN PADA SAAT PEMBUKAAN PENDIDIKAN)

6) MAKSIMAL 3 KALI MENGIKUTI SELEKSI SESKOAD TK II/1


2. SELEKSI TK II/1 (UJIAN AKADEMIK DAN RIKPSI) DIRENCANAKAN AKAN DILAKSANAKAN PADA MINGGU II JUNI 2009 I MASING-MASING RAYON.


SO UNTUK REKAN-REKAN ANTASENA PERSIAPKAN DIRI KITA MASING-MASING OK.....

Sabtu, 24 Januari 2009

RENCANA PERTEMUAN BHARATASENA

SUDAH MENJADI AGENDA BULANAN BHARATASENA UNTUK MENGADAKAN ACARA RUTIN PER 6 BULANAN SILATURAHMI WILAYAH JABODETABEK DAN SEKITARNYA ADAPUN PERTEMUAN YANG AKAN DATANG DIRENCANAKAN DILAKSANAKAN PADA :
  • HARI          :  SABTU
  • TANGGAL  :  7 PEBRUARI 2008
  • WAKTU      :  08.00 WIB
  • TEMPAT    :  GRIYA BIMASAKTI PANCORAN BELAKANG WISMA ALDIRON JAKSEL

PADA PERTEMUAN KALI INI YANG MENJADI PENYELENGGARA ADALAH REKAN-REKAN BHARATASENA AU...DIHARAPKAN KEPADA SELURUH REKAN2 ANTASENA UNTUK HADIR SERTA MENYAMPAIKAN INFORMASI AWAL INI KEPADA REKAN2 YANG LAIN.

APABILA ADA PERUBAHAN NANTI AKAN KAMI INFORMASIKAN...

DEMIKIAN SEKILAS BERITA DARI KAMI...

SALAM ANTASENA

Rabu, 21 Januari 2009

KEPEDULIAN

Salam Antasena.......Kemajuan sebuah organisasi diantaranya dapat terwujud dari kepedulian seluruh anggotanya yang menjadi bagian dari organisasi tersebut.....

Baru saja saya dapat info dari Bendahara Antasena Mayor Heri Hermawan bahwa partisipasi aktif dari anggota Paguyuban Antasena dalam hal iuran bulanan masih sangat kurang...

Hal ini berbanding terbalik dengan semanga waktu memutuskan dari rekan2 sekalian untuk ikut membesarkan Paguyuban ii....

 Adapun jumlah iuran yang disepakati kita sudah mengetahuinya semua...namun saya yakin dan percaya bahwa rekan-rekan sekalian mungkin belum ada waktu untuk mentransfer dana iuran tersebut...

Untuk itu dari forum ini saya menghimbau kepada rekan2 sekalian untuk menuntaskan kewajiban sebagai anggota Paguyuban dengan melaksanakan apa yang telah ditentukan...

Tidak ada kata terlambat...jadi yang belum bayar iuran bulan ini ya dibayar kalaupun belum sempat ya disempat-sempatkan...

Salam Antasena...sukses selalu... 

Senin, 19 Januari 2009

eksistensi sebuah paguyuban



Sejalan dengan tujuan didirikannya sebuah paguyuban, dan sejak diresmikannya pada tanggal 12 Desember 2008 maka paguyuban antasena mulai menunjukkan geliatnya dengan mengadakan kegiatan sosial berupa kunjungan (besuk) salah satu rekan a.n Mayor Inf David Rudianto (Rindam Jaya) yang harus dirawat di RSGS karena sakit (batu ginjal).

Berikut foto kegiatan kunjungan yang dilaksanakan oleh perwakilan paguyuban (Mayor Arh Fatkhurrahman, Mayor Arh Riksawan, Mayor Cba Budi Setiawan, Mayor Cku Heri Hermawan dan Mbah Winaryo selaku promotor sebagai seksi sosial) 

Senin, 17 November 2008

KEBANGSAAN

LAMBANG


Lambang Akademi Militer


Lambang Akademi Militer terdiri dari :

1. Kadga (ponyard) terhunus tegak menghadap ke bawah bermakna setiap taruna memegang teguh disiplin, jujur, rela berkorban, penolong sesama tanpa mengutamakan kepentingan pribadi, berjiwa luhur dan selalu waspada sebagai Bhayangkara Negara.

2. Bunga teratai, bermakna seorang prajurit yang selalu tumbuh, bersatu, menjadi dinamisator dan stabilisator masyarakat, mampu berdiri sendiri tanpa menggantungkan nasibnya kepada siapa pun dan bertujuan mewujudkan keamanan dan kemakmuran yang abadi.

3. Buku/kitab, melambangkan ketekunan dalam mencapai profesionalisme dan menyiapkan diri sebagai organisator dan pemimpin yang bijaksana.

4. Setangkai melati berkuncup lima melambangkan taruna sebagai kuncup yang akan mekar, yang dengan jiwa Sumpah Prajurit akan menjadi pembela ideologi negara Pancasila.

5. Setangkai padi berbuah tujuh bermakna berlandaskan Saptamarga bertujuan mencapai kemakmuran bangsa dan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

6. Melati dan padi masing-masing berseloka tiga, melambangkan tiga unsur dalam kehidupan yaitu : Purwo, Madyo, Wasono dan Niat, Tekad, Patrap yang berarti setiap kali kita melakukan tindakan harus penuh dengan pertimbangan serta dilandasi dengan tekad yang bulat dan penuh rasa tanggung jawab.

7. Angka 1945 dan 1957 bermakna : Akademi Militer yang dibuka kembali oleh Presiden Republik Indonesia tahun 1957 merupakan kelanjutan dari Akademi Milter Yogyakarta yang dibuka tahun 1945, dan semangat juang, kephlawanan, keprajuritan, beserta nilai-nilai '45 selalu akan diwarisi oleh para taruna Akademi Militer.

Minggu, 16 November 2008

सेकिलास AKMIL


Lintasan Sejarah Akademi Militer

Sejarah Akademi Militer (Akmil) bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. Pada tahun 1950, MA Yogyakarta setelah meluluskan dua angkatan, karena alasan tehnis, ditutup untuk sementara dan taruna angkatan ketiga menyelesaikan pendidikannya di KMA Breda , Nederland. Pada kurun waktu yang sama diberbagai tempat lain (Malang, Mojoangung, Salatiga,Brastagi,Prapat) didirikan Sekolah Perwira Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD / ABRI pada waktu itu.

Pada tanggal 1 Januari 1951 di Bandung didirikan SPGi AD (Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat), dan pada tanggal 23 September 1956 berubah menjadi ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan darat). Sementara itu pula pada tanggal 13 Januari 1951 didirikan pula P3AD (Pusat pendidikan Perwira Angkatan Darat) di Bandung. Mengingat pada saat itu banyak sekolah perwira TNI AD, maka muncul gagasan dari pimpinan TNI AD untuk mendirikan suatu Akademi Militer, gagasan ini pertama kali dimunculkan pada sidang parlemen oleh Menteri Pertahanan pada tahun 1952. Setelah melalui berbagai proses, maka pada tanggal 11 Nopember 1957 pukul 11.00 Presiden RI Ir Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI, meresmikan pembukaan kemabali Akademi Militer Nasional yang berkedudukan di Magelang. Akademi Militer ini merupakan kelanjutan dari MA Yogyakarta dan taruna masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai Taruna AMN angkatan ke-4.

Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional Magelang di integrasikan dengan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional dan berkedudukan di Magelang.

Mengingat pada saat itu masing-masing angkatan (AD, AL, AU dan Polri) memiliki Akademi, maka pada tanggal 16 Desember 1965 seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Sesuai dengan tuntutan tugas, maka pada tanggal 29 Januari 1967 Akabri di Magelang diresmikan menjadi Akabri Udarat, yang meliputi dua Akabri bagian di bawah satu pimpinan, yaitu Akabri Bagian Umum dan Akabri bagian Darat. Akabri Bagian Umum mendidik taruna TK-I selama satu tahun, termasuk Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka, sedangkan Akabri bagian Darat mendidik taruna Akabri Bagian Darat mulai TK-II sampai dengan TK-IV. Pada tanggal 29 September 1979 Akabri Udarat berubah namanya menjadi Akabri Bagian Darat.

Dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pada tanggal 14 Juni 1984 Akabri Bagian Darat berubah namanya menjadi Akmil (Akademi Militer).

Pataka Akademi Militer mempunyai seloka yang berbunyi " ADHITAKARYA MAHATVAVIRYA NAGARA BHAKTI " yang mempunyai makna : Sebagai Ksatria yang rajin dan giat menuntut ilmu untuk diamalkan secara gagah berani dan bercita-cita luhur sebagai patriot bangsa.

SUDIRMAN....




S O E D I R M A N


“ MASA DEPAN BERTUMPU PADA MASA SEKARANG DAN MASA SEKARANG BERAKAR PADA MASA YANG LAMPAU “

Panglima Besar Jendral SOEDIRMAN merupakan Bapak TNI yang selalu menjadi cermin dan tauladan bagi seluruh anak buahnya karena kejujuran, kesederhanaan dan ketegasan serta keteguhan pendiriannya dalam membela Negara Kesatuan Republik INDONESIA.

Sepatutnya sebagai generasi MUDA TNI khususnya dan generasi BANGSA khususnya dapat meneladani dan mengembangkan sikap KEPAHLAWANAN Panglima Besar Jenderal SOEDIRMAN.

Berikut beberapa KATA MUTIARA dari Panglima Besar Jenderal SOEDIRMAN yang mungkin dapat menggugah semangat KEBANGSAAN, NASIONALISME dan PATRIOTISME bagi kita semuanya………………..
( Diambil dari buku SOEDIRMAN & SUDIRMAN terbitan Pusat Sejarah TNI 2004 )

TENTARA HANYA MEMPUNYAI KEWAJIBAN SATU, IALAH MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN NEGARA DAN KESELAMATANNYA, SUDAH CUKUP KALAU TENTARA TEGUH MEMEGANG KEWAJIBAN INI, LAGIPULA SEBAGAI TENTARA, DISIPLIN HARUS DIPEGANG TEGUH.

TUNDUK KEPADA PIMPINAN ATASAN DENGAN IKHLAS MENGERJAKAN KEWAJIBANNYA, TUNDUK KEPADA PERINTAH PIMPINANNYA ITULAH YANG MERUPAKAN KEKUATAN DARI SUATU TENTARA.

BAHWA NEGARA INDONESIA TIDAK CUKUP DIPERTAHANKAN OLEH TENTARA SAJA, MAKA PERLU SEKALI MENGADAKAN KERJASAMA YANG SEERAT-ERATNYA DENGAN GOLONGAN SERTA BADAN-BADAN DILUAR TENTARA.

TENTARA TIDAK BOLEH MENJADI ALAT SUATU GOLONGAN ATAU ORANG SIAPAPUN.
( Diucapkan dihadapan Konferensi TKR dan merupakan amanat pertama kali sejak menjabat Pangsar TKR, Yogyakarta, 12 Nopember 1945)

Selasa, 11 November 2008

ALUMNI AKADEMI MILITER 1996 (ANTASENA)

Infanteri


1. LUCKY AVIANTO

2. DAX SIANTURI

3. FERDI PRASETYA

4. LUQMAN ARIEF

5. WALNG NUR YUDHANTO

6. AGUS BHAKTI

7. IWAN BUDIARTO

8. DASATRIADI HARI HUKTI HARTONO

9. SUDARDA TRIWAHYUDI

10. VIVIN ALVIANTO

11. AGUS SOEPRIYANTO

12. POLSAN SITUMORANG

13. YESI KRISTIAN MAMBU

14. USEP SETIAWAN

15. RUDY MUHAMMAD RAMDHAN

16. DEDDY SURYADI

17. ANTON MARULI TAMBUNAN

18. FRITS WILEM RIZARD PELAMONIA

19. M. IQBAL ZURKANAIN

20. RORY OJAK HALOMOAN SITORUS

21. NUR CAHYANTO

22. ANDRIAN SUSANTO

23. YUDHI PRASETIYO

24. BAMBANG HERMANTO

25. ARDIAN TRI WARSANA

26. PINSENSIUS MANIK

27. HENY SETIYONO

28. HENGKI YUDA SETIAWAN

29. GUNAWAN PERMADI

30. NORYADI EKO WIRATMO

31. AGUNG UDAYANA

32. ADE EKA PUTRA

33. FREDINO JANIN SILALAHI

34. PARMINTO

35. ENDRAWAN YANSORI

36. MANGAPUL HUTAJULU

37. BAYU SUDARMANTO

38. RIYANTO

39. I KETUT MERTHA GUNARDA

40. SAPTO MARWINDU IBRALY

41. DWI MARYANTO

42. MUHAMMAD AIDI

43. AQSHA ERLANGGA

44. UMAR

45. YADI ARYANTO

46. TEDDY ARIFIYANTO SETIA MIHARJA

47. ARYO WINDU TOMO

48. SALIM

49. JOKO MARYANTO

50. ASEP SUKARNA

51. BUDHI UTOMO

52. IWAN SURYONO

53. SYAIFUL BAHRI DAMANIK

54. DADANG RACHMAT FIRDAUS

55. ARI TRIHEDHIANTO

56. ARFIN DAHLAN

57. MARTHEN PASUNDA

58. BUDI MAWARDI SYAM

59. TIMBUL CHANDRA ALFONSO MARPAUNG

60. WIRAWAN EKO PRASETYO

61. DEDEN HENDAYANA

62. SANDY

63. CHRISBIANTO ARIMURTI

64. I GUSTI KETUT ARTHA SUYASA

65. PERMADI AZHARI

66. JOKO WAHYO HANGGONO

67. DIKI SADIKIN

68. TRI ANDI KUSWANTORO

69. ERWIN

70. RENALD APRINDO SINAGA

71. ANDY MUSTAFA AKAT

72. SUWONDO

73. SAUD EDWARD T.

74. JAJANG KURNIAWAN

75. ABDULA JAMALI

76. SLAMET RIADI

77. VERIANTO NAPITUPULU

78. ANDIEK PRASETYO AWIBOWO

79. ROLAND HERBERT PARLINDUNGAN TAMBUNAN

80. HARTONO

81. ANTON SISWANTO

82. NUGROHO IMAM SANTOSO

83. AGUS WAHYUDI IRIANTO

84. SOFANUDDIN

85. EDWART TAMBUNAN

86. RUDDY TENGGONO

87. PARSAORAN SIRAIT

88. EKO PUTRO HADI PRASETYO

89. AGUS FARIDIANTO

90. LUKMAN HAKIM

91. MOCHAMAD ARIEF HIDAYAT

92. JONES SASMITA MULIAWAN

93. TRI JOKO ADE WIYONO

94. ARI ARIANTO

95. FELIX LUMBAN TOBING

96. ICHWANSYAH

97. SAPTA BUDHY PURNAMA

98. ERI NASUHI

99. FX. SRI WELYANTO KASIH

100. ARIE PRIANTO WIDIATMOKO

101. SUWARDONO

102. DODIK ARMED DIYANTO

103. ARIS WINTOROJATO

104. DEKI ZULKARNAEN

105. I MADE ALIT YUDANA

106. SUPRIADI

107. ATENG KARSOMA

108. YURI ELIAS MAMAHI

109. FEKSY DIMUNRY ANGI

110. ERIKSON PERLUHUTAN RONALDO

111. WAWAN YUDYA GUNAWAN

112. HORASMAN PAKPAHAN

113. TRI BHARATA WIRA JATI

114. IWAN ROSANDRIYANTO

115. FREDY SIANTURI

116. NANANG THOMAS TAUFAN WIBISONO

117. DEC JERRY MANUNGKALIT

118. SAHAT MONANG SARAGIH

119. DUDDY NUGRAHA

120. SUHARTONO

121. TROY BENJAMIN HUTAGALUNG

122. ABDUL HARIS HAMIDUN

123. ABD HAMID

124. MARSAL DENNY

125. KUSNI

126. MUSMULYADI Z.

127. MOCHAMAD ANDI PRIHANTONO

128. KAKA KUSNANDAR

129. DODY TRIWINARTO

130. HENDRA PURWANASARI

131. HERRY RIANA SUKMA

132. MUSTHOFA

133. ASEP AKHMAD HIDAYAT

134. AHMAD HADI AL JUFRI

135. EDISON S. SINABUTAR

136. ROBIANTO GADJI

137. MAHFUD SUPRIADI

138. SLAMET RIYANTO

139. MOHAMMAD TAUFIQ ZEGA

140. SANDI YUDHO PANOTO

141. JOS SUHARTONO

142. SAFTA FERYANSYAH

143. AHMAD TAUFIK

144. TAGOR RIO PASARIBU

145. ARIFUL MUTAQIN

146. DJOHAN DARMAWAN

147. BAMBANG SEMIANA

148. DENNY ENGEL RUPINGI

149. DAVID RUDIANTO

150. HENDHI MEINDRAWARMAN

151. EDISON SINAGA

152. WINARYO

Kavaleri

1. ANDOR HUTAPEA

2. RUDY RUDOLF VALENTINO

3. EKO AGUS NUGROHO

4. ANDI WIJAYA

5. RIO HENDRAWAN ALIN PUTRA

6. ATTO SOLLU

7. TASWIN DJAMALUDIN

8. TEGUH HERI SUSANTO

9. TOPRI DAENG BALAW

10. DARUSMAN

11. PUJI SANTOSO

12. SUSANTO

13. DEMAK SAMUEL SIANTURI

14. AFKAR MULYA

15. BUDIMAN CIPTADI

16. DENNY BOY PARENGKUAN

17. YUSUF CANDRA NEGARA

18. DINO MARTINO

19. HIMAWAN KRISTIYANTO

20. MUHAMMAD SYARIFUDIN

21. AMINO BIMA SAKTI PURBAJA

Arhanud

1. DENI SUKWARA

2. HERWIN BUDI SAPUTRO

3. SAPTARENDRA PRASADA

4. MOHAMAD JAMALUDDIN MALIK

5. IRWAN SETIAWAN

6. YUDAH BUDI HANDOYO

7. RIKSAWAN ARDHIANTO

8. UTAMA RUSDIYAMAN

9. HERI WIJANARKO

10. ZAENAL ARIFIN

11. FITRIZAL SETIAWAN

12. ISDARMAWAN

13. MARTHEN VERNY RORINTULUS

14. ZAENUDIN

15. RACHMADY BARUNSINANG

16. RADEN DELTANTO SARWI DIATMIKO

17. MOHAMAD FATKHURAHMAN

18. RAKHMAT SANTOSO

19. HERI SISWANTO

20. TRI SUGIYANTO

Armed

1. WAHYU SULASTIANTO

2. MOH. ARIF SJAEROZI

3. AHMAD MUTTAAQIN

4. PUTRANTO GATOT SRI HANDOYO

5. TEJO WIDURA

6. ARIA YUDHA SETIAWAN

7. SARKISTAN SIHALOHO

8. HERMAN SUDHARMANTO

9. WAHYUDI DWI SANTOSO

10. M. LUTFI

11. WIJANG RIMOKO ARDANI

12. MUDARTO NAINGGOLAN

13. SARIPUDIN

14. FERRY ISMAIL

15. DODI DIANTORO

16. RAMA HENDARTO BUDHIYANTO

17. PETRUS DEDI SULISTYO BUDI PRIYONO

18. YANI ARI SASONGKO

19. WAHYU JATI PURNAWAN

20. THEMY USMAN

21. AGUNG NUGROHO

22. SUPRAYITNO

23. ARI ESTEFANUS

24. SUNAR FILOWANTO ENDRAMADJI

25. BAGUS TRI WIBOWO

26. SUKMAWIJAYA

Zeni

1. CORNELLIS ROMPAS

2. HARFIN KARTIKA AJI

3. DARODY AGUS

4. VINCENTIUS AGUNG CAHYA KURNIAWAN

5. CHRISTIAN UNGGUL CAHYONO

6. DWI BIMA NURACHMAT

7. ARIEF FAHMI LUBIS

8. DINDIN KAMALUDIN

9. ADI SURYANTO

10. DWI HARIYONO

11. MAHFUD GHOZALI

12. MUHAMMAD SAID

13. HARI DARMICA

14. LIN NOFRIANTO

15. NANANG WAHYU PURWANTO

Peralatan

1. SIMON PETRUS KAMLASI

2. MASBER TRIO

3. DIDIN SARIPUDIN

4. ASEP RAHMATSYAH

5. AWALUDIN GAMA

6. PUTU NGURAH WIRARAJA DIGJAYA K.

7. OKTAVIANUS OSKAR ENGELBERTS

8. YOENDA FAIZAL SUHENDAR

9. YUDHA ADILLAH

10. ISARIYANTO

11. TRIO SESANDA

12. MANGKULLE

13. METUSALAH DONDA

14. DAYA HIDAYAT

15. WILBERTUS

Perhubungan

1. BAMBANG SUGIRI

2. ZULFIRMAN CANIAGO

3. YUNIANUS PANDOPATAN SIMAMORA

4. JEFRI AGUS PASARIBU

5. JUN HISANTUR MASTRA

6. MOCH ARFAH ASHARI

7. GERSON ALEXANDER MANARINCING KAPOH

8. DWI HARIYANTO PUTRA

9. WENDY IRAWAN

10. MOHAMAD INDRA HARTANTO

11. TRIO SESANDA

12. MANGKULLE

13. MAULANA KURNIA DARMAWAN

14. ANDRI ANDRIANA RACHMAT MA’UN

15. DWI AGUS RIYANTO

16. WIDODO

17. ANTON PRASETYO

POM

1. SIAGIAN DONALD MEYER BARINGIN

2. SIGIT HIMAWAN SUTANTO

3. ANDRI GUNAWAN

4. EDHI NASSER FIFTANDI

5. RORY AHMAD

6. YUDI WAHYUDI

7. UNCOK ANGGIAT MARASI

8. PRIATMOKO

9. NOVEM JANRI RAJA GUKGUK

10. YORI FRANS WULLUR

11. IRSYAD HAMDIE BEY ANWAR

12. MOHAMMAD HAIRIL ANSYAR

13. INU SATYA NUGROHO

14. TEGUH IMAM SANTOSO SOETARDJO

15. DWI BANGUN WAHYUJATMIKO

16. WIDYO WAHYONO

17. ABIDIN

Ajen

1. MOCH HIDAYAT

2. PARDOMUAN SITINDOAN

3. ZAINUL ARIFIN

4. DINDIN RAHMAT SOLAHUDIN

5. KRIS DONI INDRIARTO

6. DAVID RONALD PURBA

7. GUSNANDAR

8. YADI NURFENDI

9. MOH ABDUSY SYUKUR

10. DIPO YUWONO

Intendans

1. ARIF BUDIANTO

2. AGUNG MARYONO

3. ARDY TRIYONO

4. REZA PURNAMA

5. ASEP DERI ISWARA

6. GAGUK OKTAVIANUS

7. DODY NURCAHYONO

8. KELLY JUFRI

9. YULIARFI SULENA DJAWAR

10. HERY ISMAILLIYA

11. AGUS WINARDI

12. SUPARMANTO

13. BUDHY SETYAWAN TRIHANTORO J.W.K.

14. TEGUH WIDIYANTO

15. AGUS SUBIYANTORO

16. SUPARMANTO

17. A.M. JUNAID

18. AGUS SUBEKTI

Angkutan

1. ROBBET HUSIN ANTONY

2. SUMIARSA

3. ATJEP MIHARDJA SOMA

4. BAYU PRAPTOMO

5. RADEN NUR ADI WICAKSONO

6. ZAINUDIN INDRA PRAGOLA

7. HERU NURCAHYO

8. NUR BUDIANTO

9. HARFAN BAHAR

10. SOFYAN ALAUDDIN TOMAGOLA

11. SLAMET RAHARJO

Keuangan

1. ZULMAN FIKRI PAK NEGARA

2. HERI HERMAWAN

3. HARIANDA FITRIANSYAH

4. AGUS SUGESTI SULISTYAWAN

5. HERU PURWANTO

6. HERRY HAERUDIN

7. RAKHMAT HIDAYAT

8. RINOSO BUDI

tidar

tidar
tidar dari lap golf